Ia selalu datang dengan langkah tenang. Jubah hitam panjang menutupi tubuhnya, dan topeng paruh burung—ikon dokter wabah dari abad yang telah lama berlalu—menyembunyikan wajah yang tidak pernah benar-benar terlihat. Ia menyebut dirinya seorang tabib. Seorang penyelamat.
SCP Foundation mengenalnya sebagai SCP-049, “The Plague Doctor.”
SCP-049 berbicara dengan sopan, terpelajar, dan penuh keyakinan. Ia tidak berteriak, tidak mengancam, dan jarang menunjukkan emosi berlebihan. Namun di balik tutur katanya yang halus, tersembunyi satu keyakinan yang mengerikan: umat manusia sedang terinfeksi oleh sebuah “penyakit.” Penyakit yang, menurutnya, tidak disadari oleh penderitanya sendiri.
Masalahnya, tidak ada satu pun peneliti Foundation yang mampu memahami apa yang dimaksud SCP-049 dengan wabah tersebut. Setiap kali ditanya, jawabannya selalu samar—tentang “ketidakteraturan”, “kebusukan jiwa”, atau “ketidakseimbangan.” Namun SCP-049 yakin sepenuhnya. Dan seperti semua dokter yang yakin dengan diagnosanya, ia tidak ragu melakukan tindakan.
Sentuhan SCP-049 adalah vonis mati. Kontak fisik langsung dengan dirinya akan menghentikan fungsi biologis manusia seketika. Anehnya, kematian itu bukanlah akhir. SCP-049 kemudian akan “mengoperasi” jasad korban menggunakan peralatan medis primitif, seolah sedang melakukan prosedur ilmiah yang sah.
Hasilnya adalah makhluk yang diklasifikasikan sebagai SCP-049-2—manusia yang telah dihidupkan kembali, namun tanpa kesadaran, tanpa kepribadian, dan tanpa kemanusiaan. Mereka bergerak lambat, patuh, dan kosong. Bagi SCP-049, ini bukan kegagalan. Ini adalah pasien yang telah disembuhkan.
Yang paling mengganggu dari SCP-049 bukanlah kekerasannya, melainkan logika di baliknya. Ia tidak melihat dirinya sebagai monster. Ia percaya sepenuh hati bahwa apa yang ia lakukan adalah demi kebaikan. Bahwa ia menyelamatkan dunia dari kehancuran yang lebih besar. Bahkan saat dikurung dan diawasi, SCP-049 tetap tenang—seorang dokter yang kecewa karena tidak diizinkan menolong.
Dalam beberapa wawancara, SCP-049 mengungkapkan frustrasi mendalam. Ia mengklaim bahwa wabah itu semakin menyebar, dan bahwa waktu hampir habis. Ia memandang para peneliti Foundation bukan sebagai musuh, melainkan sebagai kolega yang belum tercerahkan.
SCP-049 adalah pengingat bahwa horor sejati tidak selalu datang dari kebencian atau kegilaan. Kadang, ia lahir dari keyakinan absolut bahwa kita tahu apa yang terbaik untuk orang lain.
Dan jika suatu hari SCP-049 benar…
jika wabah itu benar-benar ada…
maka pertanyaannya bukan lagi apa yang akan ia lakukan—
melainkan
apakah kita sudah terlambat untuk diselamatkan.
Post a Comment